Dorong Birokrasi Digital, Menpan RB : Kearsipan Lebih Transparan dan Akuntabel

ilexvis

visfmbanyuwangi.com – Kementrian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menjadikan digitalisasi sebagai Reformasi Birokrasi (RB) tematik, sehingga program digitalisasi menjadi nafas dari proses transformasi di kearsipan.

Hal ini disampaikan oleh Menpan RB, Abdullah Azwar Anas usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kearsipan Tahun 2023 yang di gelar di Banyuwangi dan di hadiri oleh 1000 peserta yang terdiri dari kepala lembaga kearsipan daerah serta tenaga arsiparis dari seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera, Maluku Utara, Kalimantan hingga Papua.

“Dukungan Kementrian PANRB pada transformasi digital kearsipan dalam rangka penyelenggaraan system pemerintahan berbasis elektronik adalah sekarang birokrasi didorong untuk digital,” ungkap Menpan Anas.

“Karena dengan digital, dipastikan dokumentasi akan lebih cepat dan lebih kooperenship serta bisa dinikmati masyarakat secara lebih luas. Juga dari sisi birokrasi, dengan digitalisasi ke depan jauh lebih cepat, transparan dan akuntabel,” paparnya.

Menteri Anas memastikan digitalisasi menjadi pilihan pihaknya. Pasalnya sekarang urusan private sudah digitalisasi. Misalnya, orang mau transfer uang sudah tidak lagi mengantri di bank namun sudah bisa memakai m-Banking.

“Kami sudah melakukannya di sector publik. Termasuk digitalisasi di pelayanan public untuk KTP yaitu Identitas Kependudukan Digital (IKD). Patut di syukuri, Banyuwangi termasuk dari 21 kabupaten dan kota di Indonesia yang menjadi pilot project untuk IKD. Tetapi masyarakat perlu merekam wajahnya hanya sekali, setelah itu tidak lagi,” jelasnya.

Menteri Anas menambahkan, demikian halnya di sisi kearsipan dengan digital. Nantinya tidak perlu lagi banyak dokumen tetapi lebih simple dan masyarakat bisa mengakses lebih mudah.

“Saat ini pemerintah sedang secara serius mendorong agar digitalisasi arsip menjadi bagian program pembangunan pemerintah yang penting. Memori kolektif bangsa ini banyak tercerabut. Banyak anak muda yang memori kolektifnya bukan tentang masa lalu dan bagian sejarah ke Indonesiaan. Tetapi mereka punya sejarah kolektif justru di negara lain,” ujar Menpan RB.

Sehingga menurut Menteri Anas, sesungguhnya kearsipan ini menjadi bagian penting dari program pembangunan.

“Setiap daerah mempunyai memori kolektif yang perlu terus ditampilkan dan diceritakan kepada generasi bangsa berikutnya,” imbuhnya.

Selain Rapat Koordinasi Kearsipan Tahun 2023, dalam rangkaian peringatan Hari Kearsipan ke-52 di Banyuwangi ini, juga di gelar Ekshibisi One Stop Service Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pameran arsip statis “Memori Kolektif Bangsa dan Lintasan Sejarah Banyuwangi”, peresmian prasasti terumbu karang Hari Kearsipan ke-52 di Bangsring Underwater Banyuwangi, Parade Memori Kolektif Bangsa, penyerahan sertifikat akreditasi kearsipan, penyelenggaraan talkshow kearsipan serta pameran UMKM Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) juga memberikan penghargaan Anugerah Kearsipan Tahun 2023 sebagai apresiasi dan motivasi peningkatan kinerja di bidang kearsipan yang diserahkan langsung oleh Menpan RB.

“Dipilihnya Banyuwangi sebagai tempat pelaksanaan Puncak peringatan Hari Kearsipan ke-52 ini, karena sebagai kabupaten yang menjadi tempat berkumpulnya komunitas kearsipan supaya bisa menyerap spirit tentang apa yang pernah dilakukan Banyuwangi, sebagai memori untuk disebarluaskan ke daerah lain,” papar Kepala ANRI, Imam Gunarto.

“Pemilihan Kabupaten Banyuwangi juga ingin mengambil spirit menganai apa yang pernah dilakukan daerah ini dan itu ada di arsip,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment