Digeledah Masuk ke Lapas Banyuwangi, Oknum Pengajar Keagamaan Kedapatan Bawa Sabu

ilexvis

visfmbanyuwangi.com – Seorang oknum pengajar agama kepergok petugas Lapas Banyuwangi membawa satu paket diduga narkotika jenis sabu. Barang itu ditemukan setelah dilakukan penggeledahan saat yang bersangkutan hendak mengajar keagamaan kepada para penghuni lapas.

Barang haram berupa kristal putih itu disembunyikan pada dompet berisi STNK yang dikaitkan pada kunci mobil. Penemuan paket sabu milik MS (49) itu terjadi pada Rabu (21/6/2023) sekira pukul 09.30 WIB. MS masuk ke Lapas Banyuwangi dengan tujuan untuk mengajar ilmu agama.

Kepala Lapas Banyuwangi Wahyu Indarto menjelaskan bahwa selama ini pihaknya memang bekerjasama dengan beberapa organisasi keagamaan. Tujuannya untuk memperkaya kazanah keilmuan agama warga binaan.

“Ada beberapa pengajar agama yang mengajar sejumlah bidang seperti kaligrafi, fiqih, sejarah kebudayaan islam, qira’ah, hingga bahasa arab,” ungkap Wahyu.

“Petugas sebenarnya sudah curiga dengan gelagat MS sejak sepekan sebelumnya. Saat itu, usai mengajar MS meminta petugas kesehatan lapas untuk memeriksa tekanan darahnya,” papar Wahyu.

Diakui Wahyu, dari gelagatnya, petugas kesehatan Lapas curiga kalau MS ini seperti orang yang menyalahgunakan narkoba. Namun karena tidak cukup bukti, petugas tidak melakukan penangkapan pada saat itu.

“Saat ada momentum dia masuk lagi ke lapas, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh. Akhirnya ditemukan satu paket kristal putih dalam bungkusan plastik klip di gantungan kunci mobil MS. Petugas curiga terhadap benda yang menonjol pada dompet itu. Benar saja, pada saat dibuka ternyata ditemukan satu klip berisi serbuk kristal seberat 0,4 gram yang berada di bawah STNK,” jelas Wahyu.

Menurut Wahyu, saat dilakukan tes urin MS, hasilnya menunjukkan positif metamfetamin dan yang bersangkutan mengaku telah mengkonsumsi narkoba pada Selasa malam (20/6/2023) di kediamannya.

Dari pengakuan MS, barang itu digunakan untuk konsumsi pribadi. Dan tidak ada niatan untuk diselundupkan ke dalam Lapas. Atas temuan itu, petugas Lapas lantas melakukan koordinasi dengan Satreskoba Polresta Banyuwangi untuk membantu melakukan pengembangan.

Wahyu menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan perang terhadap peredaran gelap narkoba di dalam lapas. Sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Dirjen Pemasyarakatan dalam tiga kunci pemasyarakatan maju yang salah satunya adalah berantas narkoba.

“Kami akan menindak tegas terhadap setiap orang yang berusaha menyelundupkan narkoba ke dalam lapas, baik itu dilakukan oknum petugas ataupun oknum masyarakat,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari menjelaskan bahwa MS ditunjuk oleh salah satu pondok pesantren di daerah Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Ponpes tersebut menjadi salah satu organisasi yang bekerjasama dengan Lapas Banyuwangi dalam bidang pembinaan kerohaniaan warga binaan.

“MS ini baru tiga kali mengajar pembinaan kerohanian di Masjid Lapas Banyuwangi dan mengajar setiap hari Rabu. Petugas mendapati barang itu pada saat melakukan penggeledahan badan,” jelas Imam.

Hal ini, lanjut Imam, menunjukkan bahwa jajarannya tidak pandang bulu dalam penegakan SOP kunjungan ke dalam lapas.

“Kami tentu sangat mengapresiasi jajaran yang tegak lurus, serta memberikan pelayanan yang sama sesuai SOP yang berlaku kepada siapapun yang berkunjung ke lapas,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment