BanyuwangiPemerintahan

Tangkal Radikalisme, BNPT Gelar Dialog Kebangsaan di Banyuwangi

visfmbanyuwangi.com – Guna menangkal radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menggelar dialog kebangsaan di Banyuwangi.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Kepala BNPT Komjen (Pol) Boy Rafli Amar, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, membahas upaya-upaya pencegahan paham radikalisme.

“Paham radikalisme tak bisa dihadapi secara parsial, namun harus dilakukan dengan bergotong royong serta kerja bareng dengan banyak pihak,” ujar Tjahjo Kumolo.

Menurutnya, ada empat tantangan bagi bangsa Indonesia saat ini. Salah satunya adalah radikalisme dan terorisme.

“Tantangan ini, harus dituntaskan. Tentunya, semua harus bergotong royong bersama untuk menuntaskan tantangan ini,” kata Tjahjo Kumolo.

Ia menegaskan, gotong royong itu bukan semata menjadi tugas satu instansi tertentu. Namun juga harus melibatkan semua pihak.

“Contohnya, peran kementerian kami dalam turut menangkal peran radikalisme. Kami memberikan sanksi tegas kepada ASN yang memiliki pandangan radikal dengan dinon-jobkan. Bahkan, bisa dipecat saat terlibat dalam aksi terorisme,” papar Tjahjo Kumolo.

Keterlibatan semua pihak tersebut, diamini oleh Kepala BNPT Komjen (Pol) Boy Rafli Amar. Saat ini, pihaknya terus melibatkan semua pihak untuk bersama-sama menyampaikan kontra-narasi terhadap propaganda kalangan radikalisme.

Menurut Boy Rafli, dalam analisis pentahelix yang dilakukan, pihaknya ingin melibatkan semua pihak untuk turut terlibat melawan radikalisme dan terorisme ini.

“Semakin banyak yang terlibat, akan semakin memperkuat ketahanan bangsa ini terhadap ideology,” kata Boy Rafli.

Untuk keterlibatan publik tersebut, lanjut Boy, pihaknya kini juga menggalakkan pendirian Warung NKRI selain dengan mengajak para tokoh.

“Ini menjadi upaya kami dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, dengan mendiskusikan narasi-narasi kebangsaan untuk meng-counter propaganda kalangan radikal,” papar Boy Rafli.

Warung NKRI yang merupakan akronim dari Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut, merupakan inovasi yang digelar oleh BNPT. Dengan adanya Warung NKRI yang nantinya melibatkan para penyintas maupun korban terorisme itu, bisa menjadi sarana untuk mengkampanyekan narasi deradikalisasi.

“Dalam menggelar Warung NKRI ini, kami menggandeng berbagai pihak. Mulai BUMN, pengusaha sampai elemen sosial lainnya. Dengan keterlibatan semua pihak ini, akan semakin luas kontra-narasi radikalisasi yang kita lakukan,” jelas Boy Rafli.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan tersebut, menegaskan bahwa Banyuwangi berkomitmen penuh dalam pencegahan radikalisme. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan merajut harmoni semua kalangan di Banyuwangi.

“Banyuwangi ini merupakan daerah dengan aneka ragam suku, agama dan budaya sehingga perlu dirajut harmoni antar semua elemen. Untuk itu, pemkab terus menjalin komunikasi yang intens dengan semua pihak,” papar Bupati Ipuk.

Dengan terjalinnya harmoni tersebut, lanjut Bupati Ipuk, akan dapat menjadi pencegah pertama terhadap beragam bentuk penyimpangan sosial. Termasuk dengan gejala radikalisme dan terorisme.

“Jika terjalin harmoni yang cukup baik, tentu akan mudah terdeteksi jika terjadi penyimpangan di tengah masyarakat. Seperti halnya gejala radikal atau teror sekalipun,” tuturnya.

Bupati Ipuk menambahkan, selain merajut harmoni, upaya Banyuwangi dalam melakukan tindakan preventif terhadap berkembangnya paham radikal adalah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kesejahteraan yang meningkat diharapkan dapat menaikkan taraf pendidikan masyarakatnya. Sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh paham radikal,” papar Bupati Ipuk.

“Kami meluncurkan program UMKM Naik Kelas, warung naik kelas dan berbagai pelatihan sampai bantuan modal untuk menstimulus kesejateraan masyarakat,” pungkasnya.

Dialog kebangsaan tersebut dilaksanakan oleh BNPT dalam rangka peresmian Warung NKRI di Banyuwangi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button