BanyuwangiPeristiwa

Ini Curahatan Hati Istri Hendrik Irwanto : Kalau Dibunuh, Saya Ingin Pelakunya Segera Ditangkap

visfmbanyuwangi.com – Sebelum jasadnya ditemukan di pinggir sungai Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Hendrik Irwanto berpamitan kepada istrinya akan pergi ke rumah temannya.

Seperti diketahui, jenazah pria berusia 55 tahun asal Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi tersebut ditemukan warga terdampar di pinggir sungai di kawasan Kecamatan Cluring pada Jum’at sore (7/1/2022).

Kondisinya cukup mengenaskan. Pada beberapa bagian kepala di temukan luka robek dan luka memar serta darah terus mengucur pada hidungnya. Saat di temukan pula, korban bertubuh gemuk tersebut tidak memakai busana dan pada dada sebelah kiri terdapat tato burung elang.

Istri korban, Suparti menceritakan, pada Jum’at pagi sekira pukul 07.00 WIB, suaminya itu berpamitan keluar hendak ke rumah temannya dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih. Dan korban berjanji, pada jam 12 siang akan menjemput istrinya.

“Selama ini, suami saya bekerja bersama saya membuat peti buah dari kayu,” kata Suparti.

“Saat jam 12, saya menelfon suami saya tapi gak diangkat. Sampai menjelang sore sekitar pukul 17.00 WIB, saya terpaksa pulang ke rumah. Saya tidak bisa masuk ke dalam rumah karena kuncinya di bawa,” paparnya.

Selang beberapa lama menunggu di luar rumah, tiba tiba datang keponakannya dan mengajak Suparti ke RSUD Genteng Banyuwangi. Saat itu, Suparti mengaku tidak mengetahui alasan keponakannya tersebut mengajaknya ke rumah sakit.

“Saya gak dikasi tahu keadaan suami saya,” tuturnya.

Setibanya di RSUD Genteng, tangis Suparti pecah ketika melihat suaminya sudah terbujur kaku dan meninggal dunia.

Kepada Vis Fm, Suparti mengaku suaminya tidak pernah cerita punya masalah dengan temannya atau siapapun.

“Gak ada. Gak ada musuh karena setiap hari, dia bekerja bersama saya sehingga tidak pernah keluar rumah,” ungkap Suparti.

Dengan menangis sesenggukan, Suparti berharap segera terungkap penyebab kematian suaminya.

“Kalau pun sengaja dibunuh, saya ingin pelakunya segera di tangkap,” tuturnya.

Perlu diketahui, korban mempunyai satu orang anak laki laki sudah berusia 23 tahun dan bekerja di Bali.

Sementara itu, dari hasil otopsi medis RSUD Blambangan Banyuwangi, ditemukan beberapa luka robek dan luka memar di daerah kepala korban. Selain itu, juga ditemukan perdarahan di bawah kulit kepala dan selaput otak.

Dari hasil pemeriksaan medis juga ditemukan adanya cairan air yang masuk kedalam saluran pernafasan. Itu artinya, saat berada di sungai tersebut korban masih dalam kondisi bernafas sehingga ada air yang masuk ke pernafasannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button