BanyuwangiPemerintahan

Nataru, Wisata Banyuwangi Tetap Buka. Tapi Ada Pembatasan

visfmbanyuwangi.com – Seluruh destinasi wisata dan hotel serta Mall di Banyuwangi tetap dibuka selama liburan Natal dan Tahun Baru, namun dilakukan pembatasan jumlah pengunjung sebesar 75 persen.

Yang tidak kalah pentingnya, tetap dijalankan protocol kesehatan 5 M. Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

Sekretaris Daerah Pemkab Banyuwangi, Mujiono mengatakan, semua itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini ada varian baru, yakni varian Omicron yang kini sudah terdeteksi di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menerima laporan temuan varian Omicron di Afrika Selatan pada 24 November 2021 lalu. Sebelum terdeteksi di Indonesia, varian Omicron sudah tersebar di puluhan negara di dunia. Mulai di Afrika Selatan hingga Prancis.

“Saya sudah melayangkan surat edaran ke seluruh destinasi wisata dan pemilik hotel maupun mall agar dilakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas yang ada,” ujar Mujiono.

“Pemerintah daerah bersama satgas penanganan Covid-19 tidak melakukan pembatasan mobilitas masyarakat. Tapi lebih kepada pembatasan fasilitas-fasilitas publik dan destinasi wisata,” paparnya.

Menurut Mujiono, yang terpenting adalah disetiap destinasi dan ruang publik harus dilengkapi dengan aplikasi PeduliLindungi, untuk memastikan bahwa setiap pengunjung sudah melakukan vaksinasi serta memiliki dokumen rapid tes dengan hasil negative.

Mengacu data dari dinas Kesehatan Provinsi Jatim, capaian vaksinasi covid 19 dosis 1 di Banyuwangi sebesar 78,34 persen. Sementara untuk dosis 1 lansia sebesar 70,99 persen.

“Saat ini Pemkab Banyuwangi tengah melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dengan sasaran 146.127 anak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan, pemerintah daerah juga meminta di seluruh hotel untuk melakukan rapid tes sendiri bagi para tamu yang akan menginap. Sehingga dipastikan, warga luar kota yang menginap di hotel di Banyuwangi benar benar terdeteksi negative Covid-19.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini memang dilakukan setahun sekali. Tapi seluruh pihak di harapkan tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran Covid-19,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button