BanyuwangiPemerintahan

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Masyarakat, Banyuwangi Gelar Festival Merdeka Belajar

visfmbanyuwangi.com – Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Merdeka Belajar (FMB) sebagai upaya mengadaptasi program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti).

FMB yang digelar secara hybrid tersebut, merupakan puncak dari serangkaian pendampingan dan monitoring terhadap program merdeka belajar yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir dan berekspresi bagi siswa maupun para guru. 

Saat membuka langsung kegiatan tersebut secara virtual, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai, program Merdeka Belajar ini merupakan program yang strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Bagaimana pendidikan semakin inklusif dan tidak sekadar terkungkung pada formalitas birokratis.

“Dengan konsep Merdeka Belajar, para siswa dan guru dapat menyesuaikan diri dengan situasi pandemi. Kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung melalui berbagai alternatif yang memadai, dengan memanfaatkan media teknologi,” papar Bupati Ipuk.

“Dengan menggunakan teknologi, kegiatan pembelajaran akan semakin mudah. Belajar tak harus di sekolah, tapi bisa dilakukan di mana saja. Mungkin di taman, di café, atau tempat lainnya yang membuat siswa merasa nyaman dan senang menerima pelajaran,” jelasnya.

Bupati Ipuk juga meminta para guru agar mampu menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi sebagai perangkat mengajarnya. Bisa mengajar dari mana saja.

“Misalnya saat sedang berada di luar daerah, guru tetap bisa memberikan pelajaran kepada siswanya. Jadi tidak ada alasan lagi siswa tidak mendapat pelajaran karena gurunya sedang ada kepentingan,” tutur bupati perempuan tersebut.

Selain itu, Bupati Ipuk pun mendorong agar tenaga pendidik bisa terus berinovasi sehingga proses pendidikan tetap berjalan optimal. 

“Saat ini sudah memasuki era society 5.0. Tak boleh lagi ada guru yang masih gaptek. Guru harus bangkit, terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan inovasi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada siswa,” ujarnya.

Bupati Ipuk mengajak untuk menciptakan suasana belajar yang semakin nyaman dan membahagiakan lewat Merdeka Belajar.

“Sektor pendidikan merupakan program prioritas utama Kabupaten Banyuwangi, selain urusan kesehatan. Semoga dunia pendidikan bisa berhasil sehingga mampu mencetak SDM yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlak. Jangan sampai karena pandemi, generasi penerus bangsa mengalami penurunan kualitas,” paparnya.

Maka menurut Bupati Ipuk, dunia pendidikan harus adaptif dan mampu merespons berbagai perubahan. Salah satu cara beradaptasi di dunia pendidikan termasuk perubahan teknologi yang begitu pesat adalah melalui program Merdeka Belajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi Suratno menjelaskan, Festival Merdeka Belajar ini merupakan yang pertama di Banyuwangi, juga di Indonesia.

“Festival ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program Merdeka Belajar yang telah di luncurkan Menteri Ristek Dikti,” kata Suratno.

“Lewat FMB ini, kami ingin memastikan sudah sejauh mana program Merdeka Belajar ini dilaksanakan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Suratno menambahkan, pada pelaksanaannya kali ini FMB diikuti sebanyak 97 lembaga pendidikan formal maupun non formal, mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga PKBM. Terdiri atas 2 TK, 75 SD, 14 SMP, dan 6 PKBM yang telah menerapkan konsep Merdeka Belajar.

“Puluhan lembaga pendidikan itu telah mengikuti serangkaian seleksi dan monitoring dari tim monev yang terdiri dari pengawas sekolah, penilik, koordinator wilayah, dan perwakilan Dispendik Banyuwangi,” tutur Suratno.

Rangkaian kegiatan ini telah berjalan sejak Oktober 2021.

Suratno menjelaskan, sebanyak 97 lembaga pendidikan ini sudah membuat berbagai inovasi yang selaras dengan konsep Merdeka Belajar. Ada yang melakukan pembelajaran secara hybrid, ada perpustakaan digital, pembelajaran menggunakan game, dan masih banyak lainnya.

“Dengan ditampilkan dalam festival ini, semoga bisa menginspirasi sekolah-sekolah yang lain untuk segera mengimplementasikan Merdeka Belajar,” pungkas Suratno.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button