BanyuwangiPemerintahan

Lantik 131 Pejabat, Bupati Ipuk : Ini melalui Proses Panjang

visfmbanyuwangi.com – Saat melantik 131 pejabat eselon 3 dan 4 di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menginginkan adanya spirit baru dan inovasi di tempat kerja yang baru. 

“Proses rotasi dan promosi jabatan kali ini, telah melalui proses yang panjang. Pertimbangan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), juga soal kompetensi, prestasi dan kinerja,” ujar bupati perempuan tersebut.

“Jabatan baru ini akan dilakukan evaluasi kinerja sampai enam bulan ke depan. Dari evaluasi itu akan dilakukan pergeseran kembali. Sampai terbentuk tim yang optimal menjadi super team Pemkab Banyuwangi,” paparnya.

Kepada para ASN yang dilantik, Bupati Ipuk menyampaikan 5 pesan. Pertama, fokus bekerja. Artinya, semua fokus ke kinerja.

“Tidak perlu menengok kanan, tengok kiri dan tengok ke belakang. Menatap ke depan dengan fokus bekerja,” ungkapnya.

Kedua, selalu turun ke lapangan. Ini terutama untuk para pejabat dengan otoritas kewilayahan.

“Mengecek apakah ada warga kurang mampu yang sakit dan belum mendapat pelayanan, warga miskin yang belum dibantu, anak putus sekolah atau terancam putus sekolah, serta warga yang tinggal di rumah tidak layak huni,” ujarnya.

“Ketiga, harus cepat merespons. Jangan sampai menunda, ketika ada keluhan atau masalah warga, segera diselesaikan. Selain itu, mengaktifkan media sosial, terima serta menindaklanjuti keluhan warga. Keempat, selalu membangun optimism,” kata Bupati Ipuk.

Disampaikan Bupati Ipuk, Banyuwangi pernah mengukir sejarah, mencatat prestasi mulai SAKIP A, kemajuan pariwisata, peningkatan ekonomi, dan sebagainya.

“Sekarang tantangannya berbeda karena pandemi. Tapi saya optimistis bersama-sama bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Kelima, harus menciptakan lingkungan kerja yang anti diskriminasi dan tidak membeda-bedakan staf berdasarkan SARA,” jelas Bupati Ipuk.

Khusus lurah, Bupati Ipuk menugaskan mengayomi semua umat beragama di wilayahnya dengan tidak melakukan diskriminasi. Juga harus menciptakan lingkungan kerja yang tidak bias gender. Serta tidak mendiskriminasi ASN perempuan.

“Selain untuk eselon 3 dan 4, juga akan ada rotasi pada pejabat lainnya. Ini adalah tahap pertama, yang dimulai dari pelaksana, karena sebagai ujung tombak. Selanjutnya dipersiapkan untuk tahap berikutnya,” pungkas Bupati Ipuk.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda menyebutkan bahwa dari 131 pegawai yang mengikuti pelantikan tersebut, terdiri dari 24 pejabat pengawas atau eselon 3 dan 107 pejabat administrator atau eselon 4. 

“Ada 16 orang yang promosi ke eselon 3 dan 69 yang promosi di eselon 4,” imbuh Huda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button